Popular Posts of The Week

Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

May 07, 2020

Pengalaman Waisak di Borobudur

Halo semuanya! Postingan ini gue tulis saat hari raya Waisak 2020, saat kita semua sedang tidak bisa merayakan Waisak secara langsung karena Covid-19. Tapi jangan khawatir, karena hal yang ingin gue ceritakan di postingan kali ini adalah pengalaman perayaan Waisak 2019 di Candi Borobudur. Memang telat setahun sih untuk ceritanya, tetapi semoga bisa memberikan informasi bagi kalian yang ingin merayakan Waisak di Borobudur.

Dulu, perayaan Waisak di Borobudur sebenarnya dibuka untuk umum, tetapi karena ketidakteraturan yang terjadi saat pelaksanaan, akhirnya beberapa tahun belakangan ini perayaan Waisak di Borobudur hanya terbuka untuk kalangan tertentu, yaitu yang tergabung dan/atau dikoordinasi oleh organisasi tertentu. Bagi umat Buddha, mungkin mereka bisa bergabung dengan organisasi di Wihara masing-masing, tetapi bagi non-umat bisa mengikuti beberapa group tour yang sudah memiliki ijin dan berkerjasama dengan panitia pelaksana. Saat itu gue dkk memutuskan untuk menggunakan jasa www.touraadc2.com yang dari websitenya sudah beberapa tahun berturut-turut mengadakan tour Waisak di Borobudur.

Tour AADC2 ini memiliki beberapa paket tour Waisak di Borobudur, yaitu Full Prosesi, Half Prosesi, dan Open Trip. Untuk Full Prosesi, kalian akan mengikuti seluruh rangkaian acara, yaitu Pawai, Pelepasan Lampion, dan Puja Bakti. Untuk Half Proses, kalian hanya akan mengikuti Pawai dan Pelepasan Lampion. Sedangkan untuk Open Trip, kalian hanya akan mengikuti Pelepasan Lampion dan sisanya ke destinasi wisata Yogyakarta yang tidak ada hubungannya dengan perayaan Waisak. Saat itu gue dkk memutuskan untuk mengikuti Full Prosesi dengan harga IDR 495.000,- (meeting point di Yogyakarta, harga tidak termasuk penginapan, tetapi termasuk transportasi, makan, dan minum selama tour).

***
Saat itu, detik-detik Waisak tiba pada Minggu, 19 Mei 2019 Pkl. 04.11 WIB (subuh guys). Tetapi rangkaian acara sudah dimulai sejak Sabtu pagi melalui kegiatan Pawai di Candi Mendut. Meeting point gue dkk dengan Tour AADC2 adalah di seberang Hotel Grand Inna Malioboro sekitar Pkl. 07.30 WIB. Ketika sudah berkumpul lengkap dengan peserta lainnya, kami semua mulai menuju ke Candi Mendut dengan menggunakan bus. Di dalam bus, panitia sudah mulai membagikan kartu peserta dan tiket Pelepasan Lampion.

July 14, 2019

Menginap di Prima In Hotel Malioboro - Yogyakarta


Sekitar 2 bulan yang lalu, saat gue dkk berkunjung ke Yogyakarta, gue dkk memutuskan untuk menginap di Prima In Hotel Malioboro. Saat itu, gue dkk memesan kamar lewat aplikasi Agoda dan mendapatkan harga IDR 303.000,- per malam untuk kamar superior twin room (kapasitas 2 orang). Harga tersebut adalah tidak termasuk sarapan, tetapi bisa dibilang harga untuk high season karena gue menginap pada saat akhir pekan dan hari raya waisak.

Lokasi Prima In Hotel Malioboro sendiri sangat dekat dengan Jl. Malioboro yang menjadi pusat wisata para turis. Dari Prima In Hotel Malioboro, gue hanya cukup berjalan kaki sekitar 10-15 menit saja menyusuri gang sampai akhirnya tiba di Jl. Malioboro. 

June 15, 2019

Affordable Price of French Cuisine at Mediterranea Restaurant - Yogyakarta

Bosan dengan makanan lokal setempat, gue dkk akhirnya memutuskan untuk mencicipi kuliner French di Mediterranea Restaurant yang terletak di daerah Jl. Tirtodipuran. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Malioboro, hanya sekitar 20 menit menggunakan mobil.


Dari luar memang tidak terlihat seperti restoran yah guys. Ditambah lagi logo restoran mereka yang cukup terhalangi oleh daun-daun tumbuhan. Berikut adalah suasana di dalam restorannya...

June 08, 2019

Menuju Lokasi Lupis Mbah Satinem dan berakhir di Bakmoy Timlo WAPO (Jl. Bumijo - Yogyakarta)

Ketika sedang mengunjungi Yogyakarta, gue sebenarnya berencana mengunjungi Lupis Mbah Satinem yang sedang nge-hits karena masuk di salah satu program acara Netflix. Beruntung, lokasi Lupis Mbah Satinem yang terletak di Jl. Bumijo ternyata sudah terdaftar di google maps sehingga tidak menyulitkan pencarian ketika memesan taksi online. 

Menurut informasi dari google, Lupis Mbah Satinem buka dari jam 6-8 pagi saja. Yaps... Hanya 2 jam saja dan sudah dijamin habis oleh para pembeli. Saat itu memang sedang bulan puasa, tetapi karena melihat banyak pedagang yang tetap berjualan pada siang hari dan informasi di google menunjukkan jam buka yang masih sama, yaitu pada jam 6-8 pagi, maka gue dkk dengan percaya diri mengunjungi Lupis Mbah Satinem pada jam 7 pagi. Setelah tiba di lokasi, unfortunately, inilah yang kami dapati :

Lokasi pinggiran toko tempat Mbah Satinem berjualan lupis

Yaps, pinggiran toko yang kosong tanpa penjual makanan apapun. Ketika gue dkk bertanya kepada petugas polisi yang sedang berpatroli, mereka bilang bahwa di bulan puasa ini, Mbah Satinem baru berjualan di sore hari :( Hiks. Pupus sudah harapan gue, mengingat hari tersebut adalah hari terakhir gue di Yogyakarta. 

Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro Yogyakarta

Karena tiba di Yogyakarta sekitar jam 10 malam, gue dkk memutuskan untuk mencari referensi tempat makan tengah malam di area Malioboro. Kebetulan saat itu gue dkk memang menginap di area Malioboro. Setelah mencari beberapa referensi, pilihan gue dkk jatuh pada Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro. 

Selesai check in hotel, gue dkk bergegas mencari jalan menuju ke Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro ini, menggunakan google maps dan dengan berjalan kaki (karena terlihat hanya sekitar 650 meter saja dari hotel). Sebelum berjalan kaki, gue sempat bertanya kepada penduduk sekitar mengenai Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro, tetapi tidak ada yang tau.. Hmmm.. Sempat bingung, kenapa cukup terkenal di internet tetapi warga lokal tidak banyak yang tau. Ya sudah, gue dkk tetap melanjutkan berjalan kaki..

Sekitar jam 11.45, gue dkk tiba di titik yang diarahkan oleh google maps. Sempat bingung karena memang tidak ada apa-apa di lokasi tersebut, hanya emperan toko Malioboro saja. Tidak lama, teman gue bilang, mungkin Bapak-Bapak yang sedang beres-beres ini baru mau buka dagangannya. Setelah gue dkk tanya, ternyata benar saja, Bapak-Bapak yang gue liat tersebut adalah yang ingin membuka Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro


Nah, bisa kalian lihat secara jelas, jadi Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro ini terletak persis di depan kios di Malioboro yang No. 165 :D, tapi kalau kalian ingin mengikuti titik di google maps juga tepat kok. 

Setelah hampir jam 1 subuh, akhirnya Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro ini dibuka juga..

Review Bakpia Kukus Tugu Yogyakarta

Bakpia Kukus Tugu Yogyakarta adalah oleh-oleh baru khas Yogyakarta. Menjadi cukup terkenal karena tekstur bakpianya yang lebih mirip dengan bolu brownies daripada bakpia panggang pada umumnya. Saat berkunjung ke Yogyakarta, gue memesan Bakpia Kukus Tugu Yogyakarta melalui aplikasi ojek online yang sedang mengadakan promo 50%, jadi lumayan deh.. Selain itu outletnya memang sudah banyak bertebaran dimana-mana, jadi semakin memudahkan pencarian melalui aplikasi ojek online.

Berikut pesanan gue saat itu :



Harga outlet : IDR 33.000,- / kotak isi 10 pcs.

Saat itu gue memesan, Brownies isi Coklat (kiri), Orginal isi Coklat (tengah), dan Brownies isi Keju (kanan). Jadi jika Original itu maksudnya bolu yang berwarna kuning, sedangkan yang Brownies adalah bolu yang berwarna coklat. 

Nah, untuk packagingnya sendiri adalah sebagai berikut :

Enaknya Ice Cream dan Waffle di Tempo Gelato Yogyakarta (Jl. Prawirotaman)

Mampir ke Yogyakarta, gue mencoba berkunjung ke Tempo Gelato, yaitu tempat makan es krim gelato yang sedang nge-hits di Yogyakarta. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota, yaitu di daerah Jalan Prawirotaman. Di Jalan Prawirotaman ini sendiri memang banyak sekali tempat makan seperti cafe dan bar yang menurut gue sangat cocok untuk turis international. Nah, lokasi Ice Cream Tempo Gelato ini berada tepat di depan Hotel Pandanaran. 


Walaupun hanya menyajikan es krim, tetapi suasana di Ice Cream Tempo Gelato ini sangat nyaman dan membuat pengunjung betah menunggu berlama-lama sambil makan es krim. 

June 07, 2019

Loko Coffee Shop : Tempat Makan 24 Jam di Stasiun Tugu Yogyakarta

Beberapa waktu lalu gue dkk sempat memiliki kegiatan di Magelang - Jawa Tengah, yang mengharuskan gue dkk tiba di Yogyakarta pada pagi hari, sekitar jam 6 pagi. Saat itu lokasi yang menjadi meeting point gue dkk adalah di Stasiun Tugu Yogyakarta. 

Karena saat itu gue dkk sudah cukup lelah setelah mengikuti kegiatan yang cukup padat, juga lapar, dan sangat mengantuk, gue dkk akhirnya memutuskan untuk segera mencari sarapan di area sekitar meeting point. Beruntung, gue dkk menemukan Loko Coffee Shop yang buka 24 jam, artinya walaupun masih sangat pagi, tetapi setidaknya mereka bisa lebih ready dengan menu makanan mereka. 


Lokasi Loko Coffee Shop Stasiun Tugu Yogyakarta ini memang tidak terletak di dalam komplek Stasiun Tugu Yogyakarta, tetapi ada di area luarnya. Jadi kalian harus keluar area Stasiun Tugu Yogyakarta dan berjalan ke arah kanan. Lokasinya persis ada di sisi jalan lampu merah (jangan khawatir, lokasinya tetap proper kok :D).

June 24, 2015

Pesona Wisata Sejarah di Jawa Tengah

Jika biasanya melalui tulisan-tulisan di blog ini saya mengajak para pembaca untuk berwisata kuliner, berwisata alam, atau bahkan berwisata belanja, maka kali ini saya ingin mengajak para pembaca semuanya untuk berwisata sejarah. 

Membosankan ?

Tentu tidak akan. Inilah pengalaman yang saya alami ketika melakukan perjalanan ke beberapa kota di Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan pulang ke Jakarta dengan membawa rasa cinta saya terhadap tempat wisata bersejarah di Jawa Tengah. 

Bermula ketika saya memulai perjalanan wisata sejarah ke Candi Borobudur, saya sudah mulai takjub dengan kemegahan bangunan ini. 

Bangunan bersejarah bagi para umat beragama Buddha yang diperkirakan dibangun pada tahun 800-an masehi ini memiliki desain yang sangat luar biasa megah dan indah. 

Terdiri dari banyak sekali stupa dengan formasi mengitari Stupa Utama yang terletak di puncak Candi Borobudur. Selain itu, di dalam stupa-stupa tersebut, kalian juga bisa menemukan Arca Buddha dengan posisi sedang duduk bersila. 

Bangunan Candi Borobudur ini terletak di atas bukit atau sekitar 265 meter di atas permukaan laut. Jika kalian sudah sampai di puncak Candi Borobudur, maka dari sana kalian juga bisa menikmati pemandangan alam berupa hamparan luas pepohonan hijau dan juga pegunungan. 


Selain menuju puncak Candi Borobudur, pastikan juga bahwa kalian akan mengitari bangunan Candi Borobudur ini, karena di sana kalian akan dibuat takjub dengan ukiran atau pahatan relief-relief yang sangat indah dan apik, yang tidak akan kalian sangka dibuat oleh pemahat atau pengukir yang hidup di tahun 800-an masehi. 


Jujur saja, setiap kali sedang membahas Candi Borobudur, saya selalu merasa terkagum-kagum dengan kehebatan arsitek (termasuk pemahat atau pengukir) yang membangun Candi Borobudur ini. Bagaimana bisa di tahun 800-an masehi, dengan kemampuan teknologi yang masih terbatas, mereka mendirikan sebuah bangunan dengan desain yang sangat kokoh dan kuat, rumit (dimana setiap detailnya memiliki makna tersendiri yang berkaitan dengan agama Buddha), namun tetap megah, indah, dan sangat apik. Menurut saya itu semua sempurna.

Masih di wilayah Yogyakarta, saya melanjutkan perjalanan wisata sejarah saya ke sebuah Masjid Bawah Tanah di komplek Taman Sari.

May 20, 2015

A Journey to KALIURANG - Jogjakarta

Hallo guys..

(MASIH) melanjuti kisah perjalanan gue ke Jogjakarta beberapa waktu lalu.. Kali ini gue mau cerita tentang pengalaman ngenes gue saat pergi ke KALIURANG.. 

Yaps! Ngenes.. Ngenes tapi tetap menyenangkan.. Hehehe..

Jadi dengan bermodalkan jiwa ngebolang gue, gue memutuskan untuk pergi ke Kaliurang menggunakan transportasi umum.. Padahal menurut info yang ada (dan yang sudah gue tau pula), bahwa jarang sekali ada transportasi umum, baik menuju ataupun yang dari Kaliurang.. Tapi gue kekeuh untuk mencoba moda transportasi bus untuk menuju ke Kaliurang.. 

Baiklah! Setelah bersiap dipagi hari, gue langsung keluar dari Hotel Asih tempat gue menginap untuk menuju ke halte transjogja terdekat.. Berbekal informasi dari petugas transjogja tentang rute menuju ke Kaliurang, akhirnya gue naik bus transjogja dan berhenti di Halte Balemanggung..

Turun di Halte Balemanggung, gue melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 300 meter menuju ke perempatan lampu merah yang dikenal dengan nama Perempatan Kentungan.. Perempatan Kentungan ini adalah tempat dilalui -nya bus-bus menuju Kaliurang..

Setelah sampai di Perempatan Kentungan tersebut, gue pun menemukan papan penunjuk jalan yang mengarah ke kiri bertuliskan KALIURANG.. Baiklah! Sudah benar rasanya.. Akhirnya setelah tidak lama menunggu di Perempatan Kentungan tersebut, gue menemukan bus berukuran sedang seperti kopaja bertuliskan KALIURANG.. 

Yeayyyy.. Oke.. Akhirnya gue segera naik ke dalam bus tersebut..



Ini bukan bus yang akan berhenti di halte untuk mengangkut penumpang yah guys.. Sistem -nya sama seperti kopaja.. Jadi gue rasa kalian harus sigap untuk naik ke bus ini :-) Karena takutnya akan terlewat dan membuat kalian harus menunggu lagi..

May 14, 2015

Kuliner Jogjakarta : Minggu Pagi di Pasar SunMor (Sunday Morning) - UGM Jogjakarta

Halooo.. Masih melanjuti kisah jalan-jalan gue ke Jogjakarta beberapa waktu lalu..

Jadi berhubung tempat gue menginap selama di Jogjakarta, yaitu Hotel Asih berada dekat dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juga kebetulan ketika gue datang kesana berada dimasa weekend, maka beruntung lah gue bisa mampir ke Pasar Sunday Morning alias Pasar SunMor di lokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut.. Hihihi..

Yaps! Sesuai nama -nya.. Pasar ini hanya beroperasi di hari Minggu saja.. Tepat -nya dipagi hari.. Biasanya Pasar SunMor ini sudah ramai sejak jam 6 pagian.. Dan mungkin akan mulai sepi jika sudah hampir jam 12 siangan.. 

Pagi itu dari Hotel Asih, gue cukup berjalan kaki sekitar 10 menit saja menuju lokasi Pasar SunMor.. Sebelum menyebrang jalan, dari kejauhan sudah terlihat sekali ramai-nya kendaraan yang diparkirkan di area Pasar SunMor.. 


Ternyata benar saja.. Area Pasar SunMor sudah cukup ramai pengunjung pada saat gue datang tersebut.. Saat itu gue datang sekitar jam 8 pagian sih..


Namun jika sudah benar-benar memasuki area Pasar SunMor -nya, maka jalanan yang ada akan tetap rapi dan teratur kok.. Liat saja foto diatas..

Jadi di area depan -nya memang akan sangat padat dengan parkiran kendaraan dan juga para pengunjung yang baru datang yang (mungkin) juga sedang mencari tempat parkir.. Tapi jika sudah masuk ke area dalam Pasar SunMor -nya, maka kita tidak akan berdesak-desakan lagi seperti pada gambar sebelum -nya..

Oke deh.. Jadi apa ajah yang ada di Pasar SunMor UGM Jogjakarta ini yah..

Let's see :D

May 12, 2015

Kuliner Jogjakarta : Restoran JeJamuran | It's all about mushroom ~

Halooo.. Melanjuti kisah gue di Jogjakarta..

Kali ini gue mau cerita tentang kegiatan icip-icip gue di salah satu restoran yang udah nge-hits banget.. Bukan cuma di Jogja, tapi sudah sampai ke Jakarta..

Yaps! Restoran JeJamuran ..
Sesuai namanya, restoran ini menyajikan aneka masakan dengan jamur sebagai bahan utama -nya..

 Dikunjungan gue ke Jogjakarta tahun 2014 lalu, gue enggak sempat mencicipi makanan di Restoran JeJamuran ini.. Karena waktu itu gue sempat berpikir bahwa tempat ini jauh dan tidak bisa diakses dengan angkutan umum..

Yaps! Ternyata benar saja.. Di kunjungan kali ini -pun, setelah gue mencari informasi dari berbagai sumber, memang benar adanya bahwa tidak ada akses angkutan umum untuk mencapai ke Restoran JeJamuran ini..

Tapi berhubung gue sudah tanya-tanya orang sekitar, jadi gue sudah lumayan tau dimana lokasi restoran ini.. Dan ternyata tidak terlalu jauh (untuk kategori orang Jakarta) dari Stasiun Jombor..

Jadi jika kalian ingin pergi kesana, kalian bisa naik bus transjogja menuju ke Stasiun Jombor.. Nanti dari Stasiun Jombor, kalian bisa naik taksi saja.. 

Sepengalaman gue naik taksi di Jogja, memang kebanyakan taksi-taksi tersebut tidak mau menggunakan argo.. Mungkin karena jarak -nya yang sudah terlalu dekat yah.. Entahlah..

Yang pasti saat itu, gue menggunakan taksi tanpa argo dari Stasiun Jombor ke Restoran JeJamuran seharga IDR 50.000,- Harga tersebut pastilah lebih mahal dibandingkan jika kita menggunakan argo..

So saran gue.. Jika memang lokasi hotel atau tempat kalian menginap tidak terlalu jauh dari Stasiun Jombor, ya sudah kalian langsung saja naik taksi dari hotel atau tempat kalian menginap ke Restoran JeJamuran ini..

Oke deh.. Akhirnya sampailah gue di Restoran JeJamuran..

Kuliner Jogjakarta : Ayam Pedas Wong Jowo (Malioboro)

Kali ini gue mau bercerita tentang kegiatan icip-icip gue disalah satu rumah makan yang ada di kawasan Jalan Malioboro..

Yaps! Sesuai judul postingan ini : AYAM PEDAS WONG JOWO 

Pada kunjungan sebelumnya ditahun 2014, gue sebenarnya sudah berniat untuk mencicipi makanan di rumah makan ini.. Namun sayangnya temen traveling gue saat itu tidak suka pedas.. Hihihi..

Dan akhirnya terpenuhi juga rasa penasaran gue beberapa waktu lalu :D


Lokasi rumah makan AYAM PEDAS WONG JOWO ini memang sangat startegis.. Letaknya ada diantara kios-kios para pedagang batik.. Sehingga akan sangat terlihat dimata para pengunjung jalan Malioboro yang ingin berbelanja pernak-pernik..

Tempat -nya juga cukup besar karena ada 2 lantai.. Cukup bersih dan menyenangkan.. Hanya saja sesekali keberadaan pengamen tidak bisa dihindari.. Yah maklum, namanya juga jalanan terkenal di Jogjakarta :D

Dan berikut adalah menu-menu yang tersedia di rumah makan AYAM PEDAS WONG JOWO..

May 09, 2015

Kuliner Jogjakarta : Bakso Sapi Kharisma Jaya & Angkringan Kopi Joss Loek Man

Setelah selesai check in di Hotel Asih - Jogjakarta, gue langsung ajah bergegas keluar Hotel Asih untuk mencari makanan.. Maklum ajah, saat itu sudah sore hari dan gue belum makan siang sama sekali.. 

Begitu keluar dari Hotel Asih, gue udah mencium aroma kuah bakso sapi.. Heeemmmm.. Harum bangettt.. Ternyata benar.. Persis di samping Hotel Asih, ternyata ada tukang bakso sapi dan mie ayam.. Well.. Langsung ajah gue menuju ke kios bakso tersebut..

BAKSO SAPI KHARISMA JAYA

 Maklum ajah, gue tergolong pecinta bakso sapi.. Jadi begitu sampai Jogjakarta dan melihat ada bakso sapi dengan aroma kuah yang sangat menggoda, gue serasa seperti di surga.. LOL.. Oke gue lebay :D


Tidak perlu berlama-lama, gue langsung saja memesan bakso -nya.. Sayangnya tidak ada varian bakso telur.. Yang ada hanya bakso urat saja :D

Menginap di HOTEL ASIH - JOGJAKARTA

Setelah melakukan perjalanan dari Jakarta ke Jogjakarta via Kereta Api Ekonomi Gajah Wong, akhirnya tiba juga gue di STASIUN JOGJAKARTA atau yang lebih dikenal dengan nama Stasiun Tugu..

Saat gue tiba, matahari sore sedang panas-panas -nya.. Hikss.. Ada banyak banget supir taksi ataupun tukang becak yang menawarkan jasa -nya.. Dan karena Hotel Asih yang sudah gue booked sebelum -nya memang terletak agak jauh dari Stasiun Tugu (JAUH berarti tidak bisa dijangkau dengan berjalan kaki), maka gue langsung ajah memutuskan untuk naik taksi :D

Kenapa naik taksi, Ai ?? Kok enggak becak ajah yang harganya lebih murah ??

 Karena gue dateng -nya bertiga, yang mana harus pakai 2 becak, maka biaya yang dikeluarkan pasti akan sama ajah dengan biaya gue menyewa 1 taksi.. Hihihi..

Oke deh.. Karena layanan taksi disana jarang ada yang pakai argo, maka taksi yang gue sewa membandrol harga Rp. 50.000,- untuk sampai ke Hotel Asih.. Tapi gue tawar jadi Rp. 40.000,- :D

Sama ajah dengan biaya menyewa 2 becak yang minimal harga menyewa 1 becak -nya adalah Rp. 20.000,- kan.. Mungkin jika pakai taksi argo, nominal argo -nya hanya sekitar Rp. 25.000,- deh dari Stasiun Tugu ke Hotel Asih.. 

Oke.. Tibalah gue di Hotel Asih..


Hotel Asih ini bersebelahan dengan Restoran Jepang Hikaru.. Dan ternyata antara Restoran Jepang Hikaru dan Hotel Asih itu memang ter- connecting.. Jadi fasilitas breakfast di Hotel Asih -pun disediakan oleh Restoran Jepang Hikaru :D

Jakarta - Jogjakarta via KA Ekonomi GAJAH WONG

Beberapa waktu lalu gue melakukan perjalanan ala-ala backpacker dari Jakarta ke Jogjakarta menggunakan jasa transportasi Kereta Api Ekonomi Gajah Wong..

Well.. Ini adalah perjalanan pertama gue dengan jarak jauh menggunakan transportasi kereta api :D So.. Gue cukup excited pada saat itu.. Apalagi berdasarkan cerita yang sering gue denger bahwa sepanjang perjalanan gue bakal melihat pemandangan gunung, sawah, sungai, dan semuanya yang indah.. WOOOHHHOOOO..

Oke.. Akhirnya gue berkunjung ke website pencarian tiket Kereta Api Indonesia.. Dan berdasarkan informasi dari temen-temen gue, mereka mengingatkan bahwa STASIUN GAMBIR adalah stasiun keberangkatan untuk kereta api kelas eksekutif dan bisnis, sedangkan STASIUN PASAR SENEN adalah stasiun keberangkatan untuk kereta api kelas ekonomi.. Okelah.. Karena itu gue langsung saja mencari tiket keberangkatan dari STASIUN PASAR SENEN.. Hihihi.. 

Untuk pilihan stasiun kereta api di Jogjakarta sendiri juga sudah cukup banyak, hanya saja yang paling besar, paling terkenal, dan paling dekat dengan pusat kota adalah STASIUN JOGJAKARTA atau lebih dikenal dengan Stasiun Tugu.. Makanya untuk stasiun tujuan, gue pilih yang STASIUN JOGJAKARTA :-)

Namun jangan keliru yah.. Di website pencarian tiket Kereta Api Indonesia memang tidak dituliskan secara jelas nama Stasiun Tugu -nya, mereka menyebutnya dengan nama STASIUN JOGJAKARTA.. Jadi jangan bingung.. Karena STASIUN JOGJAKARTA itu yah adalah Stasiun Tugu :D

Oke.. Ada beberapa pilihan kereta api kelas ekonomi yang ditampilkan.. Dan setelah menyesuaikan dengan jadwal, akhirnya gue pilih Kereta Api Ekonomi Gajah Wong keberangkatan Pkl. 06.45 WIB pagi hari dan tiba di Jogjakarta Pkl. 14.55 WIB sore hari..

Untuk jenis Kereta Api Ekonomi Gajah Wong tersebut dan dengan jadwal yang sama tersebut -pun, masih ada beberapa pilihan harga yang berbeda.. Yaitu yang paling murah seharga Rp. 145.000,- sedangkan yang paling mahal mencapai diatas Rp. 200.000,- an kalau gue enggak salah ingat..

Dan letak perbedaan -nya yaitu pada kode gerbong.. Jadi semakin murah harga tiket -nya, maka kita akan ditempatkan di gerbong yang dekat dengan masinis.. Mungkin dalam hal ini kenyaman akan berkurang yah guyss.. 

Well.. Gue sih gak masalah, maka gue langsung ambil pilihan harga termurah, yaitu yang Rp. 145.000,-/orang untuk kategori gerbong (s).. Tiket ini gue beli 1 minggu sebelum keberangkatan.. Karena saat itu tidak sedang high season, maka ketersediaan tiket masih banyak.. Jika kalian ingin pergi di musim liburan, lebih baik coba cek dari sebulan atau lebih sebelum jadwal keberangkatan kalian yah :-)

Oke.. Setelah melakukan pembayaran dengan internet banking, maka gue langsung menerima email kode booking dan gambar barcode yang harus gue print dan gue tukarkan dengan tiket asli pada saat keberangkatan di STASIUN PASAR SENEN :D

Tibalah hari keberangkatan.. YEAYYYYY \(",)/

Waktu itu sekitar jam 6 pagi gue udah sampai di STASIUN PASAR SENEN.. Dan ternyata STASIUN PASAR SENEN ini bagus juga yakk.. Hihihi.. Gue sudah bawa kode booking dan gue tanya ke petugas setempat tentang cara tukar -nya..

Ternyata bagi yang sudah membeli online, kita bisa print sendiri tiket kita di Mesin Cetak Tiket Mandiri.. Jadi tidak dilayani lagi oleh petugas loket stasiun -nya.. Akhirnya gue diarahkan ke lokasi mesin berada.. 

June 15, 2014

Food of Jogjakarta

Sekalipun gue suka makan, tapi gue bukan termasuk orang yang pinter dalam hal cari makanan di daerah baru.. Kenapa ??

Karena kalo berkunjung ke daerah baru, gue pasti fokus cuma ke tempat wisata -nya ajah.. Jadi pasti urusan makanan terabaikan..

Pas ke Jogjakarta beberapa waktu lalu, gue sebenernya udah ada beberapa list yang pengen gue datengin, kayak Restoran Jejamuran, House of Raminten, Kopi Joss, dll..

Tapi ada ajah alasan yang ngebuat gue enggak jadi datang kesana, yaitu gue dkk gak doyan jamur, gak doyan kopi, dan konon katanya untuk makan di House of Raminten, kita bakalan harus menunggu makanan pesanan kita dalam waktu yang cukupppppp lama.. Karena justru itu adalah ciri khas -nya si House of Raminten.. Makanya enggak jadi deh :-(

Okehh! Berikut hasil icip-icip kuliner gue selama di Jogjakarta :-)

Gudeg Yu Djum 

Sebelumnya gue udah sempet bahas tentang Gudeng Yu Djum ini di post -> Jogjakarta | Day 1 : Say Hello, Gudeg Yu Djum, and Malioboro..

Tapi gak apa-apa dong kalo gue bahas lagi :D

Gudeg Yu Djum ini ada banyak banget cabang -nya di Jogjakarta.. Deket Bandara Adisucipto juga ada :-) Tapi kali ini yang gue cobain adalah yang ada di Malioboro :-) Lokasi -nya masuk ke dalam gang tapi gang yang cukup besar ukuran jalannya :-)




Lokasi -nya ada di dalam ruko.. Tapi jumlah meja -nya enggak terlalu banyak.. Pas gue dateng kesana, suasanya lagi enggak terlalu ramai tapi enggak terlalu sepi juga..

  Jadi nasi gudeg itu ternyata isinya krecek (sejenis kerupuk kulit yang dimasak cabai tapi enggak pedas) dan orak-arik tempe.. Pas sampe disana, gue langsung ditanyain sama petugas, mau pakai ayam atau pake telor, gue pilih ajah dua-duanya..

Ayam dan telor -nya sama-sama dimasak manis.. Ukuran ayam satu potong -nya cukup besar lho guys.. Rasa santan di ayam -nya berasa bangetttt.. 


Harga tepatnya gue lupa berapa, tapi yang pasti sama air mineral 2 botol itu IDR 41.000,- .. Well.. Finally gue sadar kalo gue enggak doyan sama nasi gudeg karena rasanya yang terlalu manis :-( Sorry Yu Djum :-(

Bakmi Jowo - Terminal Jombor


Well.. Di hari kedua gue di Jogjakarta, tepatnya pas gue balik dari Candi Borobudur, di Terminal Jombor gue ngeliat ada satu kedai tempat makan Bakmi Jowo.. Wohooo.. Tentu -nya gue pengen icipp-icipp dongg..


Waktu pas gue dateng kesana, suasana -nya sepi banget.. Malah kayaknya cuma gue dkk ajah yang jadi pengunjung di kedai Bakmi Jowo itu.. Karena perut belum laper-laper banget, makanya gue beli seporsi ajah untuk sharing..

Pas gue pesen, gue dikasih pilihan, mau Bakmi Jowo yang kuah atau yang goreng.. Awalnya gue sempet bingung sih ngebayangin Bakmi Jowo yang versi kuah itu kayak apa.. Tapi berdasarkan penggambaran si tukang masak -nya, gue kayaknya jadi lebih tertarik sama yang versi goreng -nya.. Ya udah deh akhirnya gue pesen yang goreng ajah :D

Ajaib -nya.. Pesanan gue cepet banget dateng -nya.. Kayaknya cuma 3 menit langsung jadi deh.. LUAR BIASA !

[ Bakmi Jowo Goreng - IDR 10.000,-/porsi ]
 TARAAAAA ! Begitu gue makan, gue SUKAAA dan JATUH CINTA sama ini mie.. Rasanya enak dan gurih banget.. Bukan gurih penyedap rasa yahhh.. Tapi seperti gurih udang kering yang deliciousooooo.. Enak banget.. Bener deh ! 

Street Food - Malioboro


Masih di hari kedua di Jogjakarta, ketika malam hari -nya, gue dkk jalan-jalan santai di Malioboro.. Sembari beli oleh-oleh, gue juga coba icip-icip makanan pinggir jalan yang ada disana.. Banyak banget tukang makanan disana.. Gue -pun bingung harus pilih yang mana..

Sampe akhirnya gue lelah berjalan *halah*.. Ya udah deh, gue memutuskan untuk singgah di salah satu tempat makan lesehan yang jual ayam goreng, ikan goreng, dll..


Kalo diliat dari harga -nya sih termasuk mahal yah guysss.. Ayam goreng sepotong -nya IDR 17.000,- .. Tapi ya sudahlah.. Gue rasa harga tersebut sebanding sama suasana malam di Malioboro.. Hihihi..


[ Ayam Goreng - IDR 17.000,- / potong ]
Ukuran ayam -nya kecil yah guyss.. Hihihi.. Gue juga ada beli tumis kangkung sih.. Cuma lupa foto :-( Well.. Secara rasa, baik itu ayam goreng ataupun tumis kangkung -nya, enggak ada yang special sih.. Biasa ajah.. 

Dari awal gue tau kalo makan di daerah sini pasti banyak pengamen, tapi gue suka-suka ajah selama pengamen -nya bener-bener "kerja" alias nyanyi.. Toh nyanyian mereka -pun bagus-bagus.. Gue -pun pasti kasih uang untuk pengamen-pengamen yang bener "kerja" seperti itu..

Tapi sayang -nya, pas gue makan disana, ada seorang anak kira-kira umur 10 tahun.. Anak itu cuma kasih amplop ajah ke gue dan pengunjung lainnya.. Habis itu anak itu cuma diam tanpa ngapa-ngapain, nungguin pengunjung masukin uang ke masing-masing amplop yang udah dia kasih.. 

Gue yang pada saat itu enggak kasih dia uang, akhirnya gue cuma ngembaliin amplop -nya ajah.. Terus anak tersebut enggak mau terima amplop yang gue balik-in.. Anak tersebut malah bilang "seikhlas -nya ajah.." pas gue bilang "maaf", lagi-lagi anak itu bilang "seikhlas -nya ajah.." dengan nada sedikit kesal.. 

Ya udah deh, karena dia enggak mau terima amplop yang gue balik -in itu, gue taro ajah tuh amplop di meja.. Akhirnya di ambil lagi tuh amplop dan tuh anak pergi dengan kesal.. Hefffttt..

Yahh minimal kerja tohhh dek.. Bisa kali nyanyi lagu apa kekk.. Ketimbang si adek cuma diem doang.. Sama ajah ngemis kan :-(

Soto Ayam Bening - Candi Borobudur

Pas gue berkunjung ke Candi Borobudur, di area komplek Candi Borobudur -nya itu banyak banget kan yang jual makanan.. 

Pas mau balik pulang dari Candi Borobudur, gue ngerasa lapar.. Akhirnya gue icipin deh salah satu warung makan disana..

Disana banyak banget jual makanan tradisional.. Kayak gudeg, soto ayam, baso, mie ayam, dll..

Akhirnya gue pilih soto ayam dengan kuah bening.. Ada juga soto ayam dengan kuah santan yang jadi pilihan -nya temen gue..

Menurut temen gue sih, soto ayam dengan kuah santan -nya agak beda rasanya dengan yang di Jakarta.. Jadi kuah santan -nya masih bener-bener terasa kelapa -nya gitu.. Entah lah kenapa..

Kalo soto ayam kuah bening yang gue cobain, rasanya sih oke.. Rasanya pas.. Enggak terlalu banyak bumbu-bumbu yang kadang bikin rasanya jadi lebay.. Kuah -nya bener-bener bening.. Lebih tepatnya mirip kayak kuah sop.. :-)

[ Soto Ayam Kuah Bening ]
 Untuk harga -nya gue lupa tepat -nya berapa.. Tapi yang pasti MURAH ! Kalo enggak salah kisaran IDR 8.000,-/porsi.. Tapi porsi -nya juga enggak terlalu banyak guys..

Kuliner Zodiak Hotel

Gak jarang, setiap gue jalan-jalan ke suatu daerah, sekalipun gue udah makan, tetep ajah pas sampe hotel gue laper lagi.. LOL..

Begitu pula pas gue di Jogja.. Well.. Akhirnya gue memutuskan untuk cobain makanan Zodiak Hotel.. Yah walaupun harga -nya pasti lebih mahal daripada harga umum -nya.. Tapi secara rasa, worth to try lah.. Dan pesanan gue adalah :


[ Bakso Sapi Komplit ]
Bakso Sapi yang isinya komplit banget.. Selain ada mie, ada juga tahu putih dan pangsit -nya.. Rasanya sedep.. Bakso -nya pun yummy.. Untuk tahu -nya, yang digunakan adalah bener-bener tahu puti tanpa isi daging bakso lagi.. Jadi bener-bener hanya tahu putih saja.. 

Kalo diliat dari foto sih porsi -nya enggak terlalu banyak yah.. Tapi pas udah dicobain, kenyang bangettt !!


[ Nasi Goreng Sate Ayam ]
Nasi Goreng ini enak lho guys.. Ada sate ayam dan sayap ayam -nya.. Rasa sate ayam -nya enak.. Unik -nya, sate ayam yang disajikan enggak dibakar dulu.. Jadi daging ayam -nya itu seperti ayam fillet yang di rebus.. Terus dilumuri bumbu kacang.. Lebih sehat sih.. Soalnya enggak terkena arang bakaran kan.. 

Rasa sayap ayam -nya juga enak.. Gurihhh.. Asin-asin yummy..

Masing-masing makanan diatas gue lupa harganya berapa.. Tapi kisaran diatas IDR 20.000,- guyss.. LOL..

Okeh dehh.. Sekian ajah cuap-cuap gue kali ini.. 

- aiaidunk -



Jogjakarta Series 2014 : 

Jogjakarta | Day 3 : Taman Sari Water Castle, Alun-Alun Kidul, Bye Jogja ..

Lanjutttttt ! Kali ini gue mau cerita tentang kegiatan gue di hari ke-3 di Jogjakarta..
Ihiiiiyyyy.. 

Lagi-lagi gue harus bangun pagi di liburan gue kali ini.. Kenapa??
Karena sore -nya gue harus balik ke Jakarta dan masih ada tempat wisata yang pengen gue kunjungin..

Apa itu ? Taman Sari Water Castle.. YEAYYY..

Jadi konon katanya, Taman Sari Water Castle ini dulunya adalah sebuah desa yang ditutupi oleh air.. Ada juga Masjid Bawah Tanah, Tempat Permandian Sultan, dll.. Banyak spot-spot foto yang bagus yang seringkali dijadiin tempat foto prewedding.. Itulah yang menjadi incaran gue.. HAHAHA..

Okelah.. Setelah selesai sarapan, dari Zodiak Hotel gue lagi-lagi menumpang shuttle menuju ke Malioboro yang merupakan fasilitas dari Zodiak Hotel.. 

Selama di perjalanan, gue cerita ke driver -nya kalo gue pengen ke Taman Sari Water Castle.. Ehhh.. Dasar emang driver -nya baik yah, menurut si driver, lokasi -nya gak gitu jauh kok dari Malioboro.. Ya udah akhirnya gue dkk dianterin deh sampe depan Taman Sari Water Castle.. Woooohoooo.. Gomawo oppa.. *halahh*

Pas sampe disana, gue liat ada beberapa rombongan bus anak sekolah gitu.. Dalem ati gue udah nge'batin, wah bakal susah nih foto-fotonya kalo saingannya sama anak sekolah.. Ya udah deh, sebelum anak-anak sekolah itu masuk, gue langsung curi start..

Awalnya gue agak bingung sama tempatnya.. Sampe akhirnya gue ketemu bapak-bapak dan nanya.. Si bapak itu rupanya penduduk setempat yang jadi tour guide.. Begitu gue nanya, dia langsung deh anterin dan unjukin gue jalan-jalan di tempat sekitar.. 

Dia juga cerita ke gue tentang sejarah-sejarah dari bangunan yang ada di lokasi tersebut.. Jasa si bapak tour guide ini amat sangat membantu lhoo.. Karena tempat wisata ini adanya di daerah kampung-kampung yang pada rumah penduduk, makanya kalo bukan penduduk sekitar, pastilah enggak tau, gimana caranya menuju ke Masjid Bawah Tanah, Tempat Pemandian Sultan, dll..

 Oke deh.. Gue nurut ajah sama si bapak yang ngajakin gue ikutin rute -nya dia, gue juga dengerin dengan seksama tentang cerita dia.. Dan yang paling asik -nya lagi, si bapak tour guide -nya udah tau banget spot-spot foto yang bagus.. Dia malah ngajarin kita untuk ambil fotonya dari mana dan berdirinya dimana.. 

Selain itu, si bapak tour guide juga udah tau rute rombongan anak-anak sekolah itu bakal kemana dulu.. Makanya si bapak tour guide ajak gue dengan rute yang berlawanan, jadi enggak bakal ketemu sama anak-anak sekolah yang rame itu.. Duhh.. Makasih banyak yah bapak tour guide yang gue enggak tanya nama dan nomor telepon -nya :-)

Okee.. Enjoy the photos :-)

[ Pintu Masuk Masjid Bawah Tanah ]
 Menurut si bapak tour guide, semua pintu pada jaman dulu dibuat rendah, agar semua orang atau tamu yang masuk mau merendahkan hati -nya, merunduk, tidak sombong, angkuh dengan kepala yang mendongkak ke atas..


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...