Popular Posts of The Week

January 23, 2021

Baduy Trip (Part 2) : Semalam di Baduy Dalam

 Jujur saja, suhu udara di Baduy Dalam jauh lebih sejuk. Begitu tiba, gue dkk langsung dipersilahkan masuk ke rumah Ayah Naldi, tempat gue dkk akan menginap. 

Seluruh rumah di sana tidak benar-benar menempel dengan tanah, jadi masih ada ruang antara lantai rumah dengan tanah. Untuk masuk ke dalam rumah, kita harus naik, anggaplah seperti menaiki satu anak tangga. Seluruh bagian rumah terbuat dari kayu, kecuali atapnya yang terbuat dari ijuk. Ketika masuk ke dalam rumahnya, gue dkk melihat ukuran ruangan yang sangat besar, hanya ada satu pembatas untuk satu kamar utama yang ditempati oleh Ayah Naldi sekeluarga. Lalu, ada juga dapur yang tidak dibatasi sekat apapun sehingga gue dkk bisa melihatnya dengan jelas. Selebihnya adalah ruangan besar (yang mungkin adalah ruang tamu bagi mereka), namun akhirnya dijadikan tempat tidur oleh kami semua. 

 Ketika masuk, gue dkk langsung mengambil tempat di mana kami akan tidur. Gue dkk juga langsung meletakan tas-tas di sana. Setelahnya, gue dkk langsung mencari sungai untuk bersih-bersih dan buang air tentunya. Saat itu sudah lewat maghrib, tidak ada lagi pencahayaan apapun, gue dkk juga sudah tidak berani menggunakan handphone mengingat itulah salah satu aturan di Baduy Dalam. Akhirnya dengan penuh kehati-hatian, gue dkk melakukan seluruh aktivitas di sungai tersebut. 

January 09, 2021

Baduy Trip (Part 1) : Perjalanan Menuju Baduy Dalam

Karena ingatan bisa saja memudar, maka postingan ini dibuat untuk membantu gue menyimpan sebagian ingatan perjalanan gue menuju Baduy :)
 

  Ini adalah perjalanan pada bulan November 2019. Saat itu gue dkk memutuskan menggunakan jasa @jejak_baduy untuk memandu perjalanan menuju dan selama di Baduy. Perjalanan dimulai sejak pagi hari, tentunya dari rumah masing-masing menuju meeting point di Stasiun Rangkasbitung. 

Ternyata, Stasiun Rangkasbitung itu jauh sekali, bahkan membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan menggunakan KRL dari Stasiun Tanah Abang. Gue, tentu saja tertidur sepanjang perjalanan. 

Saat itu adalah hari Sabtu, gue dkk tiba di Stasiun Rangkasbitung sekitar jam 9 pagi. Sejujurnya gue cukup terkejut, Stasiun Rangkasbitung ternyata ramai sekali. 

August 17, 2020

Homemade Kuo Tie / Gyoza during Quarantine

Hi guys, kali ini gue mau berbagi cerita pengalaman gue dalam memasak Kuo Tie / Gyoza selama masa karantina #dirumahsaja . Yuk langsung menuju ke resep yang gue gunakan dan cara membuatnya, semoga memberikan informasi tambahan yah buat kalian semua :)
 
*ada beberapa makanan yang gue buat selama #dirumahsaja , tetapi Kuo Tie / Gyoza ini adalah favorite gue!*
 
BAHAN : 
(tidak ada ukuran pasti yang gue gunakan)
 
 
 - Daging Ayam Cincang Halus 1/2 KG 
- Wortel
- Sawi Putih
- Daun Bawang
- Bawang Putih Cincang Halus
- Kulit Pangsit 
(sebenarnya ada kulit khusus Kuo Tie, tetapi saat itu gue pakai Kulit Pangsit Goreng dan hasilnya bagus-bagus saja sih) 
 
CARA MEMASAK :

May 07, 2020

Pengalaman Waisak di Borobudur

Halo semuanya! Postingan ini gue tulis saat hari raya Waisak 2020, saat kita semua sedang tidak bisa merayakan Waisak secara langsung karena Covid-19. Tapi jangan khawatir, karena hal yang ingin gue ceritakan di postingan kali ini adalah pengalaman perayaan Waisak 2019 di Candi Borobudur. Memang telat setahun sih untuk ceritanya, tetapi semoga bisa memberikan informasi bagi kalian yang ingin merayakan Waisak di Borobudur.

Dulu, perayaan Waisak di Borobudur sebenarnya dibuka untuk umum, tetapi karena ketidakteraturan yang terjadi saat pelaksanaan, akhirnya beberapa tahun belakangan ini perayaan Waisak di Borobudur hanya terbuka untuk kalangan tertentu, yaitu yang tergabung dan/atau dikoordinasi oleh organisasi tertentu. Bagi umat Buddha, mungkin mereka bisa bergabung dengan organisasi di Wihara masing-masing, tetapi bagi non-umat bisa mengikuti beberapa group tour yang sudah memiliki ijin dan berkerjasama dengan panitia pelaksana. Saat itu gue dkk memutuskan untuk menggunakan jasa www.touraadc2.com yang dari websitenya sudah beberapa tahun berturut-turut mengadakan tour Waisak di Borobudur.

Tour AADC2 ini memiliki beberapa paket tour Waisak di Borobudur, yaitu Full Prosesi, Half Prosesi, dan Open Trip. Untuk Full Prosesi, kalian akan mengikuti seluruh rangkaian acara, yaitu Pawai, Pelepasan Lampion, dan Puja Bakti. Untuk Half Proses, kalian hanya akan mengikuti Pawai dan Pelepasan Lampion. Sedangkan untuk Open Trip, kalian hanya akan mengikuti Pelepasan Lampion dan sisanya ke destinasi wisata Yogyakarta yang tidak ada hubungannya dengan perayaan Waisak. Saat itu gue dkk memutuskan untuk mengikuti Full Prosesi dengan harga IDR 495.000,- (meeting point di Yogyakarta, harga tidak termasuk penginapan, tetapi termasuk transportasi, makan, dan minum selama tour).

***
Saat itu, detik-detik Waisak tiba pada Minggu, 19 Mei 2019 Pkl. 04.11 WIB (subuh guys). Tetapi rangkaian acara sudah dimulai sejak Sabtu pagi melalui kegiatan Pawai di Candi Mendut. Meeting point gue dkk dengan Tour AADC2 adalah di seberang Hotel Grand Inna Malioboro sekitar Pkl. 07.30 WIB. Ketika sudah berkumpul lengkap dengan peserta lainnya, kami semua mulai menuju ke Candi Mendut dengan menggunakan bus. Di dalam bus, panitia sudah mulai membagikan kartu peserta dan tiket Pelepasan Lampion.

April 18, 2020

Wing Heng Dim Sum 24 Hours (Cabang Sunter Agung)

Sebagai pecinta dim sum, gue sangat senang sekali dengan kehadiran Wing Heng Dim Sum. Wing Heng sendiri merupakan restoran dim sum yang buka 24 jam dengan variasi menu dim sum yang cukup banyak. Rasanya juga enak!

Sejauh ini yang gue tau, Wing Heng memiliki 3 cabang, yaitu di Muara Karang, Sunter Agung, dan Pasar PIK. Untuk cabang Pasar PIK sendiri, menu yang tersedia sangat terbatas (karena ukuran tempatnya memang lebih kecil daripada dua cabang lainnya). 
Untuk pertama kalinya gue mencicipi Wing Heng Dim Sum di cabang Sunter Agung. Sayangnya gue tidak mengambil foto suasana di sana, tetapi suasananya nyaman kok, layaknya kedai Dim Sum atau Kopitiam pada umumnya; sejuk, luas, bersih, dan terang. Tapi, walaupun tempatnya cukup luas, karena peminatnya juga banyak, maka tidak jarang kita harus mengantri (waiting list). 

Ok, langsung saja, yuk lihat pesanan dim sum gue dan keluarga saat itu. Oh yah, harap diingat yah kalo Wing Heng Dim Sum ini NON-HALAL.

Bakso Boedjangan - Cempaka Putih

Hula guys.. Saat gue membuat postingan ini, gue sedang menjalani aktifitas Working From Home due the Covid-19 virus. Ini sudah memasuki hari ke 32 gue bekerja dari rumah. Semoga virus ini segera musnah yah dari muka bumi dan kita semua bisa keluar rumah lagi :D

Kali ini gue mau cerita sedikit mengenai pengalaman icip-icip gue di kedai Bakso Boedjangan cabang Cempaka Putih, kebetulan ini juga pertama kalinya gue mencicipi Bakso Boedjangan, lho!


Kedainya sendiri terletak di sebuah ruko dengan design yang cukup khas ala Indonesia, seperti warung-warung tradisional gitu, juga dipenuhi dengan unsur kayu atau warna coklat khas kayu. Gue kurang begitu yakin apakah lantai 2 nya juga digunakan sebagai tempat makan. 

Berikut menu-menu yang mereka sajikan :

January 03, 2020

Kopitiam

Hari ini perjalanan pergi dan pulang kerja gue lebih lama masing-masing selama satu jam. Maklum, gue masih harus cari rute terbaik supaya nggak ngelewatin banjir. Agak kesel sih, karena jadinya capek banget, tapi ya sudahlah yah.. Seringnya capek itu memang petanda kalo kita masih hidup!

Pas perjalanan pulang, sekitar jam 8.15 malam, mendadak gue kebelit pipis dan merasa lapar banget. Yah gue tau ini memang sudah lewat jam makan malam, makanya penghuni perut gue sudah pada demo, tapi perjalanan ke rumah gue masih sekitar satu jam lagi. Karena gue nggak mau menyiksa diri dengan menahan keduanya terlalu lama, akhirnya gue mampir ke sebuah mall.  

Pas sampe di mall, gue langsung segera ke toilet yang untungnya lagi nggak ngantri sama sekali, thank God!. Setelah dari toilet, gue inget kalo gue punya voucher Baskin Robin (hasil tuker point Telkomsel) yang bisa gue redeem. Gue akhirnya meluncur ke outlet BR dan pilih minuman coklat dengan topping ice cream strawberry cheese cake. Hmm, agak berat yah kalorinya... Tapi karena ini hari Jumat, yah gpp deh :D

Dari BR, gue berniat mencari makan malam. Gue langsung kepikiran sama Kwetiau Kangkung nya QQ kopitiam, kayaknya sudah bertahun-tahun gue gak makan menu itu, gimana yah kabarnya sekarang? Masih sepedes yang dulu kah? Udangnya masih 2 ekor atau sudah berkurang jadi 1 ekor yah? 

July 14, 2019

Menginap di Prima In Hotel Malioboro - Yogyakarta


Sekitar 2 bulan yang lalu, saat gue dkk berkunjung ke Yogyakarta, gue dkk memutuskan untuk menginap di Prima In Hotel Malioboro. Saat itu, gue dkk memesan kamar lewat aplikasi Agoda dan mendapatkan harga IDR 303.000,- per malam untuk kamar superior twin room (kapasitas 2 orang). Harga tersebut adalah tidak termasuk sarapan, tetapi bisa dibilang harga untuk high season karena gue menginap pada saat akhir pekan dan hari raya waisak.

Lokasi Prima In Hotel Malioboro sendiri sangat dekat dengan Jl. Malioboro yang menjadi pusat wisata para turis. Dari Prima In Hotel Malioboro, gue hanya cukup berjalan kaki sekitar 10-15 menit saja menyusuri gang sampai akhirnya tiba di Jl. Malioboro. 

June 15, 2019

Affordable Price of French Cuisine at Mediterranea Restaurant - Yogyakarta

Bosan dengan makanan lokal setempat, gue dkk akhirnya memutuskan untuk mencicipi kuliner French di Mediterranea Restaurant yang terletak di daerah Jl. Tirtodipuran. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Malioboro, hanya sekitar 20 menit menggunakan mobil.


Dari luar memang tidak terlihat seperti restoran yah guys. Ditambah lagi logo restoran mereka yang cukup terhalangi oleh daun-daun tumbuhan. Berikut adalah suasana di dalam restorannya...

June 08, 2019

Menuju Lokasi Lupis Mbah Satinem dan berakhir di Bakmoy Timlo WAPO (Jl. Bumijo - Yogyakarta)

Ketika sedang mengunjungi Yogyakarta, gue sebenarnya berencana mengunjungi Lupis Mbah Satinem yang sedang nge-hits karena masuk di salah satu program acara Netflix. Beruntung, lokasi Lupis Mbah Satinem yang terletak di Jl. Bumijo ternyata sudah terdaftar di google maps sehingga tidak menyulitkan pencarian ketika memesan taksi online. 

Menurut informasi dari google, Lupis Mbah Satinem buka dari jam 6-8 pagi saja. Yaps... Hanya 2 jam saja dan sudah dijamin habis oleh para pembeli. Saat itu memang sedang bulan puasa, tetapi karena melihat banyak pedagang yang tetap berjualan pada siang hari dan informasi di google menunjukkan jam buka yang masih sama, yaitu pada jam 6-8 pagi, maka gue dkk dengan percaya diri mengunjungi Lupis Mbah Satinem pada jam 7 pagi. Setelah tiba di lokasi, unfortunately, inilah yang kami dapati :

Lokasi pinggiran toko tempat Mbah Satinem berjualan lupis

Yaps, pinggiran toko yang kosong tanpa penjual makanan apapun. Ketika gue dkk bertanya kepada petugas polisi yang sedang berpatroli, mereka bilang bahwa di bulan puasa ini, Mbah Satinem baru berjualan di sore hari :( Hiks. Pupus sudah harapan gue, mengingat hari tersebut adalah hari terakhir gue di Yogyakarta. 

Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro Yogyakarta

Karena tiba di Yogyakarta sekitar jam 10 malam, gue dkk memutuskan untuk mencari referensi tempat makan tengah malam di area Malioboro. Kebetulan saat itu gue dkk memang menginap di area Malioboro. Setelah mencari beberapa referensi, pilihan gue dkk jatuh pada Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro. 

Selesai check in hotel, gue dkk bergegas mencari jalan menuju ke Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro ini, menggunakan google maps dan dengan berjalan kaki (karena terlihat hanya sekitar 650 meter saja dari hotel). Sebelum berjalan kaki, gue sempat bertanya kepada penduduk sekitar mengenai Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro, tetapi tidak ada yang tau.. Hmmm.. Sempat bingung, kenapa cukup terkenal di internet tetapi warga lokal tidak banyak yang tau. Ya sudah, gue dkk tetap melanjutkan berjalan kaki..

Sekitar jam 11.45, gue dkk tiba di titik yang diarahkan oleh google maps. Sempat bingung karena memang tidak ada apa-apa di lokasi tersebut, hanya emperan toko Malioboro saja. Tidak lama, teman gue bilang, mungkin Bapak-Bapak yang sedang beres-beres ini baru mau buka dagangannya. Setelah gue dkk tanya, ternyata benar saja, Bapak-Bapak yang gue liat tersebut adalah yang ingin membuka Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro


Nah, bisa kalian lihat secara jelas, jadi Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro ini terletak persis di depan kios di Malioboro yang No. 165 :D, tapi kalau kalian ingin mengikuti titik di google maps juga tepat kok. 

Setelah hampir jam 1 subuh, akhirnya Mie Ayam Grabyas Tengah Malam Red Door - Malioboro ini dibuka juga..

Review Bakpia Kukus Tugu Yogyakarta

Bakpia Kukus Tugu Yogyakarta adalah oleh-oleh baru khas Yogyakarta. Menjadi cukup terkenal karena tekstur bakpianya yang lebih mirip dengan bolu brownies daripada bakpia panggang pada umumnya. Saat berkunjung ke Yogyakarta, gue memesan Bakpia Kukus Tugu Yogyakarta melalui aplikasi ojek online yang sedang mengadakan promo 50%, jadi lumayan deh.. Selain itu outletnya memang sudah banyak bertebaran dimana-mana, jadi semakin memudahkan pencarian melalui aplikasi ojek online.

Berikut pesanan gue saat itu :



Harga outlet : IDR 33.000,- / kotak isi 10 pcs.

Saat itu gue memesan, Brownies isi Coklat (kiri), Orginal isi Coklat (tengah), dan Brownies isi Keju (kanan). Jadi jika Original itu maksudnya bolu yang berwarna kuning, sedangkan yang Brownies adalah bolu yang berwarna coklat. 

Nah, untuk packagingnya sendiri adalah sebagai berikut :

Enaknya Ice Cream dan Waffle di Tempo Gelato Yogyakarta (Jl. Prawirotaman)

Mampir ke Yogyakarta, gue mencoba berkunjung ke Tempo Gelato, yaitu tempat makan es krim gelato yang sedang nge-hits di Yogyakarta. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota, yaitu di daerah Jalan Prawirotaman. Di Jalan Prawirotaman ini sendiri memang banyak sekali tempat makan seperti cafe dan bar yang menurut gue sangat cocok untuk turis international. Nah, lokasi Ice Cream Tempo Gelato ini berada tepat di depan Hotel Pandanaran. 


Walaupun hanya menyajikan es krim, tetapi suasana di Ice Cream Tempo Gelato ini sangat nyaman dan membuat pengunjung betah menunggu berlama-lama sambil makan es krim. 

June 07, 2019

Loko Coffee Shop : Tempat Makan 24 Jam di Stasiun Tugu Yogyakarta

Beberapa waktu lalu gue dkk sempat memiliki kegiatan di Magelang - Jawa Tengah, yang mengharuskan gue dkk tiba di Yogyakarta pada pagi hari, sekitar jam 6 pagi. Saat itu lokasi yang menjadi meeting point gue dkk adalah di Stasiun Tugu Yogyakarta. 

Karena saat itu gue dkk sudah cukup lelah setelah mengikuti kegiatan yang cukup padat, juga lapar, dan sangat mengantuk, gue dkk akhirnya memutuskan untuk segera mencari sarapan di area sekitar meeting point. Beruntung, gue dkk menemukan Loko Coffee Shop yang buka 24 jam, artinya walaupun masih sangat pagi, tetapi setidaknya mereka bisa lebih ready dengan menu makanan mereka. 


Lokasi Loko Coffee Shop Stasiun Tugu Yogyakarta ini memang tidak terletak di dalam komplek Stasiun Tugu Yogyakarta, tetapi ada di area luarnya. Jadi kalian harus keluar area Stasiun Tugu Yogyakarta dan berjalan ke arah kanan. Lokasinya persis ada di sisi jalan lampu merah (jangan khawatir, lokasinya tetap proper kok :D).

Fortaleza Boulangerie & Patisserie - Tangerang

Berbahagialah warga di sekitar Pasar Lama Kota Tangerang, karena sudah sejak beberapa waktu lalu ada satu restoran baru di daerah tersebut yang sangat asik untuk dikunjungi. Yaps, sesuai judul postingan ini, restoran tersebut adalah Fortaleza Boulangerie & Patisserie. 

Jika dilihat dari namanya, sebenarnya restoran ini khusus menjual beragam jenis kue, roti, dan cake. Tetapi surprisingly, Fortaleza ternyata juga menyediakan makanan berat mulai dari Indonesian sampai Western Food. Berikut adalah penampakan suasana di Fortaleza.


Fortaleza memang memiliki ukuran tempat yang cukup besar, tidak hanya area restoran di bagian dalamnya, tetapi juga area parkir di bagian luarnya. Menurut gue pribadi, ini merupakan nilai lebih, mengingat tempat makan di sekitar Pasar Lama Kota Tangerang bisa dibilang minim lahan parkir.

 Untuk suasana di dalam restorannya sendiri cukup nyaman, ada area outdoor yang berupa taman dan juga kolam kecil. Suasana di dalamnya sangat cocok untuk berkumpul santai, baik itu dengan keluarga ataupun dengan teman-teman. 

June 06, 2019

Seafood Ayu - Kelapa Gading : Enak & Murah Meriah

Duar! Welcome back to my post, guys. Beberapa waktu lalu gue dkk sempat mencicipi salah satu tempat makan Seafood Kaki Lima di daerah Kelapa Gading - Jakarta Utara, namanya adalah SEAFOOD AYU. Lokasi Seafood Ayu ini terletak di dalam komplek Gedung Gading Marina - Kelapa Gading, lebih tepatnya ada di belakang Gedung Gading Marina, dekat deretan kios penjual makanan. Buat kalian yang mau ke Seafood Ayu, ada 2 cara : 

1. Masuk lewat Gedung Gading Marina, kemudian mengarah ke belakang Gedung Gading Marina (nanti kalian akan lihat banyak sekali penjual makanan di sana dan ada banyak meja diletakan di area outdoor, nah itu adalah meja Seafood Ayu). Jika menggunakan cara ini, kalian bisa memarkirkan kendaraan di area parkir Gedung Gading Marina. 

2. Masuk jalan kaki lewat pintu keluar parkir Gedung Gading Marina lalu jalan ke arah belakang Gedung Gading Marina. Jika kalian menggunakan cara ini, kalian bisa memarkirkan kendaraan kalian di luar Gedung Gading Marina (di pinggir jalan dekat -sejenis- got yang cukup besar ukurannya), tetapi area ini hanya dijaga oleh petugas parkir kaki lima saja yah guys. 

Seafood Ayu ini cukup terkenal dikalangan warga sekitar Kelapa Gading karena rasanya enak dan harganya yang cukup murah meriah. Nah, tanpa berlama-lama lagi, berikut review dari gue yang baru pertama kali makan di Seafood Ayu :

May 11, 2019

Culinary at Walao-Eh Gading Serpong : Indonesia x Chinese x Western Food


Menurut gue, Walao-Eh adalah one stop restaurant. Kenapa gue katakan demikian? Karena Walao-Eh memberikan beragam pilihan menu bagi para pengunjungnya, mulai dari Indonesian, Chinese, dan juga Western Food. Selain makanan berat versi ala carte ataupun versi makan tengah, Walao-Eh juga menyediakan makanan ringan seperti dimsum, appetizer, ataupun dessert. 

Nah, untuk interior design dan ukuran tempatnya sendiri, Walao-Eh Gading Serpong memiliki ukuran tempat yang cukup besar, nyaman untuk kumpul keluarga ataupun bersama teman. Berikut penampakannya :



Berikut adalah pilihan menu makanannya, jangan kaget yah jika ukuran menunya sebesar meja. :)) Untuk menu dan harga yang lebih jelas, kalian bisa klik fotonya yah guys, semoga membantu :D

April 19, 2019

Asoka Rasa Gading Serpong : Seafood x Chinese Food Restaurant


Asoka Rasa merupakan salah satu seafood restaurant yang terletak di Gading Serpong - Tangerang. Walaupun mengusung tema Seafood Restaurant, tetapi menu dan cita rasanya cendrung mengarah ke Seafood versi Chinese Food.


Dari suasana tempatnya, Asoka Rasa memaksimalkan ukuran tempat yang ada dengan banyak meja dan kursi. Selain foto yang gue tampilkan di atas, masih ada space beberapa meja lagi di bagian dalamnya (yang bisa dibilang lebih private). 

Berikut adalah menu yang disajikan oleh Asoka Rasa :

March 23, 2019

ChuGa Korean Barbecue (Murah, Lengkap, dan Enak)

Bagi kalian semua pecinta Korean Barbecue di wilayah Tangerang dan sekitarnya, selamat berbahagia, karena sekarang di Gading Serpong sudah dibuka Korean Barbecue dengan rasa yang enak tetapi harganya sangat murah meriah. Yaps! Sesuai judul postingan ini, nama restoran yang gue maksud adalah ChuGa.

Jika kalian masuk dari Gerbang Gading Serpong, maka lokasi ChuGa ada di sebelah kiri (di samping Restoran Padang Sederhana), posisinya adalah sebelum Summarecon Mall Serpong. Berikut penampakannya :


ChuGa sendiri terdiri dari 2 lantai, tetapi ukurannya tidak terlalu besar. Bahkan ketika kalian masuk ke dalam ChuGa, kalian akan langsung disambut dengan aroma daging bakar yang semerbak. Berikut penampakan suasana di dalamnya (kecuali lantai 2, karena gue tidak mengambil foto di lantai 2) :

March 17, 2019

KAJJA : Korean Food Halal & Murah di Pasar Lama Tangerang

Annyeong haseyo. Bagi para pecinta makanan Korea di Tangerang, kalian boleh berbahagia, karena sekarang (sebenarnya sudah cukup lama sih) sudah ada restoran Korea yang halal dan murah di Pasar Lama - Tangerang. 

Selain harganya bersahabat, rasa masakannya juga cukup enak. Menurut gue, rasa masakannya sudah bisa melepas rindu dengan rasa masakan Korea di restoran terkenal (baca : mahal). 

Sebut saja nama restorannya Kajja, karena memang nama restorannya Kajja. Hahahaha.. Lokasinya ada di Pasar Lama - Tangerang, tepatnya di samping Kedai Kopi Kulo (tidak jauh dari Roti O). Ukuran restorannya tidak besar, hanya memuat sekitar 6-7 meja saja. Tapi sejauh ini setiap gue datang, tidak pernah sampai waiting list, sih. 


Seperti restoran di Pasar Lama - Tangerang pada umumnya, Restoran Kajja ini juga baru dibuka mulai sore hari, yaitu sekitar jam 4 sore dan tutup sampai malam, mungkin sekitar jam 10 an. Oke, tanpa panjang lebar lagi, berikut daftar menu yang disajikan oleh Restoran Kajja. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...