Popular Posts of The Week

August 10, 2015

Hong Kong Trip (Day 3) : Ngong Ping Village, Tian Tan Buddha, Wisdom Path (Lantao Island)

Halo Agustus! :p 

Kali ini gue (masih) mau melanjutkan kisah jalan-jalan gue di Hong Kong, yaitu perjalanan menuju ke Ngong Ping Village, Tian Tan Buddha (Giant Buddha), dan Wisdom Path yang semuanya terletak di Lantao Island. 

Oke.. Sekitar jam 8 pagi gue dkk sudah mulai keluar hotel dan langsung naik MTR menuju ke Stasiun MTR Tung Chung, kemudian keluar melalui jalur Exit B menuju Citygate Outlet Mall. 

Nah, di samping Citygate Outlet Mall ini lah terdapat terminal bus dan juga terminal cable car menuju ke Lantao Island. Sebelumnya gue dkk sudah sepakat untuk menuju ke Lantao Island dengan menggunakan bus, karena kalau menggunakan cable car harganya MAHAL.

[ Gedung Citygate Outlet Mall ]
[ Arah Menuju ke Terminal Bus dan Terminal Cable Car - ada di samping gedung Citygate Outlet Mall ]

Setelah sampai di terminal bus, gue dkk dengan segera mencari tempat antrian Bus No. 23 menuju ke Lantao Island. Harga tiketnya kalo gue tidak salah ingat adalah HKD 20/adult dan bisa dibayar dengan menggunakan Octopus Card :D


Rasa-rasanya bus ini tidak mengetem, karena tidak lama setelah gue naik, bus ini kemudian langsung jalan. Jalanan yang harus dilalui untuk menuju ke Lantao Island sangat berliku-liku dan ekstrem lho guys. Tanjakan, turunan, tikungan tajam, begitu seterusnya. Belum lagi jalanan yang dilalui bukan jalanan besar dan merupakan jalur 2 arah. Di satu sisi ada tebing tinggi, di sisi lainnya ada jurang, ngeri-ngeri sedap deh. LOL..

Mungkin karena sudah terbiasa menyetir bus di jalur seperti itu, maka supir-supir bus (baik bus pergi maupun bus pulang yang gue tumpangi) hampir semuanya menyetir dengan cukup ngebut. Tapi tenang!!! Karena walaupun mereka ngebut tapi tidak terasa ugal-ugalan dan tetap terasa aman :D

Ooh yah, ketika ada di dalam bus ini, gue melihat larangan untuk berbicara dengan supir bus selama supir bus sedang menyetir. Bahkan larangan tersebut masuk kategori pelanggaran hukum lho guys. Jadi jangan kelupaan yah buat kalian semua yang sering nanya-nanya sama supir angkot atau kopaja kalo lagi di Indonesia =))

Oke deh.. Setelah lebih kurang 1 jam, akhirnya gue dkk tiba di Lantao Island. 

Begitu turun dari bus, maka di arah kiri akan terlihat gerbang Ngong Ping Village, kemudian di arah kanan akan terlihat gerbang menuju ke Giant Buddha (yang juga merupakan jalur menuju ke Wisdom Path, Klentang, Biara Saolin, dll). 

[ petunjuk jalan ini gue ambil dari arah yang berlawanan dari arah turun bus, maka posisinya terbalik dari penjelasan gue sebelumnya ]
Oh yah.. Gue saranin lebih baik kalian berkeliling ke arah Giant Buddha terlebih dahulu yah guys.. Karena baik terminal bus ataupun terminal cable car untuk rute pulang dari Lantao Island ini terletak di dalam Ngong Ping Village. Jadi bisa dibilang area Ngong Ping Village itu bisa dikunjungi ketika kalian akan pulang nanti. 

Namun karena gue dkk tidak tau, maka saat itu gue dkk jadi masuk ke Ngong Ping Village dulu deh, kemudian ketika pulang harus masuk kembali ke Ngong Ping Village tersebut :(


Well.. Ngong Ping Village ini sebenarnya merupakan area outdoor biasa sih guys.. Menurut gue tidak begitu banyak yang bisa dilihat di dalam Ngong Ping Village, karena hanya terdapat beberapa restoran kecil (mayoritas western food), kemudian beberapa outlet souvenir atau oleh-oleh, minimarket sevel, taman, dan juga studio untuk menonton film Walking with Buddha (tapi harus bayar lagi).

[ dari arah Ngong Ping Village saja, kita sudah bisa melihat penampakan Giant Buddha lho ]
 Sesekali (tepatnya di depan studio Walking with Buddha) terdapat beberapa orang yang berpakaian silat khas Bruce Lee. Biasanya mereka akan beraksi mempertunjukan gaya silatnya yang sangat sederhana. Gue tidak tau pasti, apakah jika ingin berfoto dengan mereka harus bayar lagi atau tidak.

Tidak sampai setengah jam, gue dkk akhirnya selesai berkeliling di Ngong Ping Village. Gue dkk kemudian langsung lanjut menuju ke arah Giant Buddha :D


Di sini areanya lebih luas dan suasananya juga lebih "outdoor" dibandingkan dengan Ngong Ping Village. Untuk pedagang makanan pun hanya ada di area gerbangnya saja, itupun bukan di outlet seperti yang ada di dalam Ngong Ping Village, melainkan di kedai kaki lima. 


Areanya cukup luas untuk dikelilingi dengan berjalan kaki, jadi kalian harus menyiapkan tenaga ekstra yah guys :D Tapi jujur ajah.. Secara pribadi gue sangat menikmati perjalanannya, sehingga tidak terasa lelah sama sekali.

Selain itu, di area ini juga banyak sekali suara kicauan burung yang terdengar seperti menggema :p Unik sih.. Gue sempat merasa seperti benar-benar ada di dalam hutan lho guys :D

Oh yah.. Untuk mencapai Giant Buddha, dari foto di atas kalian masih harus berjalan kaki lurus sampai ujung dan kemudian belok ke arah kanan :D


Oke.. Tibalah gue persis di depan area Giant Buddha. 

Dan inilah spot terbaik (menurut gue) untuk mengambil foto di depan Giant Buddha. Ajaibnya, jika kita berdiri di titik gue berdiri pada foto di atas (lihat lingkaran di bawah kaki gue), maka suara kita akan bergema. Tapi begitu kita keluar dari lingkaran kecil itu, maka suara kita tidak akan bergema lagi. Hihi.. Aneh yah ? Mungkin bisa dijelaskan dengan ilmu geografi yang tidak gue pahami =)) LOL..

Untuk menuju ke Giant Buddha tersebut, kita harus menaiki sekitar 268 anak tangga. Yang gue tau, di puncak Giant Buddha itu terdapat sebuah museum yang kalau mau masuk ke dalam -nya harus bayar lagi. 

Tapi karena berencana untuk naik ke Wisdom Path, maka gue dkk memutuskan untuk tidak naik ke puncak Giant Buddha. Lagipula kalo sudah sampai puncak -nya, gue juga tidak bisa foto full dengan Giant Buddha -nya karena ukuran patungnya terlalu besar. Hihi..

Oke.. Gue dkk kemudian lanjut ke arah Wisdom Path. Untuk menuju ke Wisdom Path tersebut, gue dkk harus melalui sebuah gerbang yang cukup besar (lagi), kemudian di dalamnya gue dkk sempat menemukan sebuah Klenteng yang sedang ramai dikunjungi.

[ gerbang menuju ke Wisdom Path - letaknya tidak jauh dari Giant Buddha kok ]
Sebenarnya tidak ada petunjuk yang jelas untuk menuju ke Wisdom Path. Jadi setelah gue dkk berkeliling sebentar di area Klenteng yang ramai itu, akhirnya gue dkk bertanya kepada petugas sekitar mengenai arah untuk menuju ke Wisdom Path yang katanya harus melewati sedikit jalanan hutan. 

Oke.. Dan berikut adalah foto-foto jalanan yang gue dkk lalui untuk sampai ke Wisdom Path.


Jalanannya memang sepi, tidak seramai di area Giant Buddha, tapi masih tetap ada beberapa orang pengunjung selain gue dkk kok. Hihi.. Mungkin sesuai namanya kali yah, yaitu Wisdom Path, jadi untuk mencapai "Jalan Kebijaksanaan" tersebut, kita harus melalui perjalanan yang cukup melelahkan dengan kesabaran tingkat tinggi :p

Sebenarnya di sepanjang perjalanan tersebut, ada sebuah kedai makanan bernama Tea Garden yang bisa dijadikan tempat istirahat atau ngemil-ngemil sesaat. Namun saat itu kedai tersebut sedang tutup. Jadi gue dkk terpaksa melanjutkan perjalanan deh :(

Setelah sekitar 20 menit berjalan kaki melalui jalanan yang cukup menanjak dan menurun, ketemu kerbau besar lagi jalan sendirian tanpa gembala sampai gue dkk sempet takut diserang (ini serius), matahari yang terik, dan minuman yang hampir habis, akhirnya gue dkk tiba di Wisdom Path. *sujud syukur*


Entah kenapa tapi menurut gue, semua perjalanan lelah menuju ke Wisdom Path ini terbayar sama pemandangan yang indah. Walaupun setelah sampai di Wisdom Path ini, gue dkk masih harus menaiki beberapa anak tangga lagi supaya bisa sampai ke puncak -nya tapi semua hal tersebut worth to try. 

Dari puncak tersebut -lah gue dkk bisa melihat pemandangan gunung yang super besar, yang rasanya gunung tersebut benar-benar dekat dan berjarak hanya 5 cm dari kening gue.. LOL *lebay* :p Tempatnya keren banget deh.. Hihi.. 


Sayangnya gue dkk tidak ada yang bisa berbahasa china, sehingga gue dkk tidak ada yang mengerti arti tulisan kanji yang ada di papan-papan tersebut :( Mungkin tulisan kanji tersebut berisi kata-kata bijak jaman kerajaan china dulu kali yah :D


Well.. Setelah berkeliling dan bersantai-santai di area Wisdom Path ini, akhirnya gue dkk memutuskan untuk pulang. Ketika pulang dan melewati area Giant Buddha, gue sempet jajan es krim di sana.

[ HKD 12 / Pcs ]
Rasanya tidak semanis warnanya :p Tapi karena cuaca sangat panas, jadi es krim ini sudah seperti surga yang lewat di tenggorokan gue.. LOL..

Well.. Secara keseluruhan, untuk berkeliling ke Lantao Island ini tidak memerlukan waktu seharian penuh kok. Karena saat itu saja ketika gue dkk ingin pulang, waktu masih menunjukan pukul 2 siang :p Jadi masih bisa mampir dan jalan-jalan santai ke tempat lain lagi deh..

Oke deh guys.. Sekian cerita gue kali ini.. Buat kalian yang mau liat video perjalanan gue di hari ketiga ini, bisa putar video berikut :p Sampai berjumpa di post berikutnyaaaaaa yaahhh :-)






HONG KONG & MACAU SERIES 2015 : 

2 comments:

  1. Hai Aini, blog kamu bagus bingitz.. seru deh ngebacanya.. ohya kebetulan besok mau k HK nih,
    kalo ke Lantau Island bisa makan waktu brp lama yah? soalnya ada mau lanjut ke macau gtu siangnya..
    kira2 keburu gak yah sis? makasiiy ya infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo.. Makasih udah baca cerita saya, hehe.. Menurut saya sih mending jangan dijadikan satu hari.. Karena ke Lantao Island bisa butuh waktu 1 jam'an sekali jalan, berarti pulang pergi butuh waktu sekitar 2 jam'an. Lantao Island sendiri cukup luas, untuk keliling disananya ajah kalian butuh waktu berjam-jam.. Sayang ajah sih kalo udah jauh2 kesana tapi gak explore semuanya.. Kalo sorenya mau ke macau, bisa ajah, tapi yah sampe macau nginep.. Hehehe..

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...