Popular Posts of The Week

November 11, 2017

Singapore Trip (Part 1) : Pengalaman Pertama Menggunakan Airbnb

Biasanya setiap kali pergi traveling, gue prefer untuk memilih hotel sebagai tempat tinggal gue. Pertimbangannya adalah dari segi fasilitas yang lengkap, ruangan yang lebih private, dan tidak adanya perasaan seperti sedang 'menumpang tinggal' di rumah orang lain. HAHA.. Alasan terakhir sih aneh, tapi real!

Tapi di trip ke Singapore bulan lalu, gue diajak teman gue untuk rent sebuah apartment. Setelah gue pikir-pikir, boleh juga dicoba! Setelah membandingkan beberapa apartment dari beberapa aplikasi, gue dkk sepakat untuk menyewa dari Airbnb. 

Berikut link apartment yang gue dkk sewa : Apartment di Tanjung Katong - Singapore . Total harga sewa waktu itu adalah sekitar IDR 2,9 juta (untuk 3 orang dan untuk 3 malam). Apartment yang gue dkk sewa ini sifatnya bukan Entire Apartment, tapi Private Room, artinya akan ada penghuni lain di dalam apartment tersebut. Oh iya, kamar mandi dan toiletnya juga di luar kamar yah, jadi digunakan bersama-sama dengan penghuni lain. 

Pemilik apartment sangat jelas memberikan petunjuk jalan menuju ke apartmentnya. Karena waktu itu gue dkk tiba sekitar tengah malam di Singapore, maka gue dkk memutuskan untuk menggunakan Grabcar. Jika kalian menggunakan kendaraan umum juga tidak akan sulit kok, cukup naik MRT sampai ke Stasiun Tanjung Katong, lalu lanjut naik Bus yang gue lupa nomornya berapa dan turun di Halte Bus apa (maafkan). Dari Halte Bus tersebut, cukup jalan kaki sekitar 100 meter saja. Oh iya, lama perjalanan dari Stasiun Tanjung Katong dengan Bus juga tidak terlalu lama kok, hanya sekitar 15 menit. 

Berikut adalah gambaran di sekitar apartmentnya :)


Ini kondisi persis di depan apartmentnya, ada banyak sekali restoran Chinese Food.


Nah, ini adalah pintu masuk menuju apartmentnya. Pintu yang gue kasih tanda border merah. Jika kalian menyewa apartment di Singapore yang bentuknya seperti ini, jangan lupa perhatikan nomor apartmentnya di atas kusen pintu yang ada, biar tidak nyasar. 


Ini adalah anak tangga yang gue dkk harus lalui, hiks! Anyway, apartment yang gue dkk sewa ini bernomor 275B. Nah, saat gue dkk selesai melewati anak tangga sampai ke tahap pertama, ada pintu yang (sepertinya) bukan apartment untuk disewakan, melainkan rumah pribadi, dengan nomor 275A. Lalu gue dkk lanjut terus naik tangga sampai paling atas, hmm.. Bisa dibayangkan yah rasanya angkat koper tengah malam naik tangga setinggi ini ._. 

Setelah sampai paling atas, benar saja, ada pintu dengan nomor 275B. 


Semua akses pintu menggunakan code, baik itu pintu utama ataupun pintu kamar kita (kecuali pintu toilet atau kamar mandi yah, hehe). Jadi sekalipun gue dkk tiba larut malam, gue dkk tidak perlu khawatir perihal kunci manual. Oh yah, pemilik apartment juga sudah memberikan himbauan agar pengunjung bisa self service, jadi tidak mengganggu tetangga sekitar. 

Setelah masuk, seperti inilah penampakan di dalamnya. 


Semua himbauan terpampang jelas di belakang pintu masuk. Kemudian inilah penampakan lorong lantai satunya. Gue dkk dapat kamar di lantai satu, jadi gue dkk juga gak naik untuk lihat-lihat lantai 2 sih, hehe.




Konsepnya seperti hotel sih. Hanya ada lorong di luar kamar. 


Ini adalah area kamar mandi, toilet, dan dapur (tapi yang dapur tidak kelihatan di foto ini). Di sini ada 2 kamar mandi, 1 toilet, dan 1 area dapur kecil. Fasilitasnya lengkap, ada mesin cuci, deterjen, shampoo, sabun mandi cair, microwave, dan piring sendok garpu seadanya. 

Sesekali memang perlu antri untuk mandi, tapi tidak terlalu lama, mungkin karena jadwal pergi dan pulang para penghuni apartment ini berbeda-beda yah, jadi lebih sering mendapati kamar mandi kosong daripada harus mengantri.

Setiap pagi juga ada 1 orang ibu yang datang untuk bersih-bersih, tapi tidak sampai membersihkan kamar yah, hanya membersihkan area luar saja. 

Dan ini adalah penampakan di dalam kamarnya :



Kamarnya memang tidak besar, tapi kondisi aslinya sesuai dengan foto yang dipasang di Airbnb, jadi gue dkk pun tidak kecewa. Di dalam kamar sudah disiapkan handuk sebanyak 3 buah. Seluruh sprei, bantal, selimut, dan semuanya yang ada di dalam kamar adalah dalam kondisi bersih. Wifi nya juga berfungsi cukup baik sampai di dalam kamar. Hihi..

Selama 3 malam menginap di sini, gue dkk sangat nyaman sekali, bahkan ketika check out pun, gue dkk bisa menitipkan koper dengan meletakannya di sepanjang lorong di luar kamar (aman kok, cukup kasih nama aja di setiap kopernya). 

Well, untuk pengalaman pertama gue tinggal di apartment yang sifatnya bukan Entire Apartment, ini adalah pengalaman yang baik dan tidak mengecewakan. Buat kalian yang mungkin sedang mencari rekomendasi apartment di sekitar Tanjung Katong - Singapore, mungkin apartment ini bisa dijadikan pertimbangan. Yah, tapi untuk family trip yang bawa anak atau orang tua, sepertinya agak repot yah jika harus tinggal di Private Room seperti ini, gue sih tetap menyarankan sewa yang Entire Room saja sifatnya. 

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...